Siapkan Dompet, Inilah Deretan Game Terbaru Di Indonesia Yang Dinantikan

Tidak terasa sekarang kita sudah memasuki bulan Oktober. Biasanya bulan-bulan baru merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para gamer di seluruh penjuru dunia. Kenapa? Tentu saja tidak lepas dari jadwal peluncuran game terbaru.

Biasanya akan ada banyak sekali perusahaan dan developer game yang merilis game setiap bulannya. Meskipun keadaan saat ini sedang dilanda pandemi tapi sepertinya hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi jadwal peluncuran game terbaru. Hal ini tentu tidak beda jauh dengan di tanah air. Para gamer Indonesia selalu menunggu dan berusaha untuk terus update informasi tentang game terbaru di Indonesia.

Game terbaru di Indonesia yang rilis bulan Oktober

Siapkan Dompet, Inilah Deretan Game Terbaru Di Indonesia Yang Dinantikan

Sebagai salah satu negara dengan penggemar game terbesar, Indonesia bisa dikatakan sebagai pasar yang cukup menjanjikan. Jumlah penikmat game yang semakin bertambah tentu saja menyebabkan konsumsi game semakin tinggi.

1.               Transformers: Battlegrounds

Bagi para pecinta transformers tentu wajib mencoba game ini. dalam game yang rencananya akan dirilis tanggal 23 Oktober mendatang ini para pemain akan akan dibawa dalam petualangan pertempuran klasik antara 2 kubu Autobots dan Decepticon yang saling bertentangan. Walaupun belum dirilis, tapi game besutan Coast Sink ini sudah dinilai cukup menjanjikan karena menyajikan mode single player dan mode multiplayer yang cukup menarik.

2.               Ghost Runner

Meskipun memeiliki nama yang hampir sama dengan salh satu judul film yang rilis tahun 2012 lalu, game ini sama sekali tidak memiliki kaitan dengan film tersebut. Game yang rencananya akan dirilis pertama kali pada tanggal 27 Oktober ini merupakan game aksi cyberpunk yang dikembangkan oleh developer game ternama. Game ini rencananya akan menghadirkan pertarungan yang mengusung konsep one hit one kill seperti yang banyak dipakai oleh beberapa game lainnya.

3.               Watchdog: Legion

Bagi yang sudah memainkan seri game terdahulu, kamu pasti akan merasa dipuaskan berkat beberapa peningkatan yang dilakukan. Beberapa yang hal yang ditingkatkan antara lain visual permainan, gameplay dan fitur-fitur yang dimilikinya. Selain semua itu, game yang rencananya akan dirilis menjelang akhir bulan Oktober ini dikabarkan akan memiliki mode multiplayer online yang akan semakin membuat permainan semakin menarik.

4.               The Dark Picture Anthology: Little Hope

Bagi kamu yang suka game survival horor yang mengandung drama interaktif maka game ini akan cocok untuk kamu mainkan. Walaupun bertema horor tapi sebenarnya game ini mengandung sedikit sejarah dimana pengembang mengadaptasi kisah-kisah nyata horor yang pernah terjadi di masa lalu yaitu perburuan penyihir. Jika kamu tertarik, menurut beberapa sumber, game ini kemungkinan akan dirilis pada akhir bulan Oktober sehingga kamu masih memiliki waktu untuk menabung membeli game ini.

5.               FIFA 21

Bagi penggemar sepak bola tentu sudah tidak asing lagi dengan game satu ini. Setiap tahun, Electronic Arts selaku pengembang game ini rutin merilis game sepak bola tersebut. Meskipun game ini merupakan lanjutan dari versi sebelumnya tapi pihak pengembang menjanjikan aka nada perubahan drastis terutama pada grafis. Selai itu, kabarnya game ini juga akan memberikan penambahan semisal elemen game play terbaru untuk memberikan sensasi permainan yang berbeda dari sebelumnya.

6.               Ride 4

Setelah 2 tahun absen, game balapan motor ini baru saja merilis versi teranyar pada tanggal 8 Oktober lalu. Meskipun melanjutkan seri terdahulu namun Ride 4 memberikan kualitas yang jauh lebih baik dari versi sebelumnya terutama dari segi visual, lintasan serta desain motor yang dipakai. Saking bagusnya, desain sepeda motor yang digunakan dalam game ini disebut-sebut merupakan hasil pemindaian 3D dari sepeda motor balap sungguhan yang digunakan oleh para pembalap.

Perhatikan kesiapan perangkat

game terbaru di Indonesia

Seperti game-game kebanyakan, deretan game yang akan dan sudah dirilis bulan Oktober ini hanya bisa dimainkan melalui perangkat PS4, XBOX serta PC saja. Namun, karena penggunaan PC di Indonesia lebih umum maka sepertinya para penikmat game di Indonesia lebih memilih menggunakan PC dibandingkan perangkat lainnya. Mengingat hal tersebut maka sebaiknya kamu perlu untuk mengecek dan meningkatkan kapasitas PC agar bisa menghadirkan pengalaman bermain yang lebih baik.

Selain perangkat yang mumpuni, kamu juga harus bersiap-siap menyediakan dana lebih untuk game-game terbaru di akan dirilis maupun sudah dirilis bulan ini. Ada beberapa game berbayar yang memang sangat digemari dan direkomendasikan oleh banyak pemain. Oleh karena itu maka sebaiknya kamu mulai menabung dari sekarang.

Jika tidak, sebenarnya ada alternatif lain yang bisa kamu coba yaitu game android APK. Meski tidak sepopuler game-game android yang ada di Playstore tapi game tersebut juga banyak yang menantang. Game seperti ini biasanya diperoleh di berbagai situs yang menyediakan game APK seperti pengeluaran hk. Situs ini menyediakan berbagai jenis game yang tidak bisa diperoleh di Playstore dan tentu saja tidak ada biaya alias gratis. Mulai dari game action, RPG, simulasi, balapan dan sebagainya yang biasanya hanya bisa diunduh dengan membayar.

Menarik, Inilah Kolaborasi Musisi Indonesia yang Sayang untuk Dilewatkan

Belakangan ini semakin banyak proyek kolaborasi menarik yang terjalin antar musisi Indonesia yang semakin memperkaya blantika musik Tanah Air. Selain menghadirkan sensasi baru, kolaborasi juga menjadi dinamika yang lebih menghidupkan suasana, baik bagi para penikmat musik maupun bagi kalangan musisi. Kolaborasi yang terjalin ini pun juga tak hanya terbatas pada performa di atas panggung saja, tetapi juga pembuatan karya baru.

Daftar Kolaborasi menarik Lintas Musisi Indonesia

Menarik, Inilah Kolaborasi Musisi Indonesia yang Sayang untuk Dilewatkan

Kolaborasi generasi terkini tak hanya datang dari musisi papan atas saja karena banyak pula kualitas menjanjikan yang mulai memperlihatkan tajinya melalui kanal-kanal yang juga semakin banyak tersedia. Selain dari genre yang semakin kaya, ada berbagai warna segar yang membuat kolaborasi yang hadir tahun menjadi lebih unik. Berbagai perpaduan yang akan dibahas kali ini diantaranya:

Tiga Pagi – Danilla

Nama Tiga Pagi sendiri pastinya sudah tak terlalu asing bagi penikmat musik akustik Tanah Air. Grup yang datang dari Bandung ini identik dengan alunan akustik khas alam Bandung yang selalu berhasil membius pendengarnya dalam harmoni. Nah, musik unik ini kemudian berpadu dalam liukan komposisi yang dinamis dan dipandu oleh suara Danilla, suara lirih yang juga tak kalah menghanyutkan. Karya berjudul “Tidur Bersama” pun menjadi playlist yang menarik untuk disimak.

Raisa – Isyana

Duo diva Indonesia ini berhasil menyuguhkan kolaborasi yang benar-benar matang dengan penggarapan yang serius. Hasilnya pun menghadiahkan penghargaan AMI Awards untuk Raisa Andriana dan Isyana Sarasvati. Melalui lagu Anganku Anganmu ini, keduanya dinobatkan sebagai duo terbaik dan kolaborasi terbaik pada masa itu.

Efek Rumah Kaca – Barasuara

Berikutnya ada performa yang benar-benar menyegarkan dari Efek Rumah Kaca dan Barasuara dimana kedua grup ini dipertemukan dalam sebuah event. Acara bertajuk Artwarding Night tersebut disebut-sebut sebagai salah satu panggung kolaborasi fenomenal yang dikemas sempurna. Kedua grup tersebut memainkan lagunya ditambah kolaborasi yang begitu akrab saat keduanya saling memainkan lagu lawannya. 

Ahmad Dhani – Andra Ramadhan – Pay – Bongky – Bimo

Jika melihat nama-nama dalam daftar kolaborasi ini, mungkin Anda yang mengikuti perkembangan musik sudah cukup akrab. Ini adalah kolaborasi bersejarah yang terjalin antara eks Slank, Netral dan personil Dewa19. Hasilnya adalah lagu-lagu rock dengan suara tentang politik yang kemudian dibuat menjuadi sebuah album yang layak untuk dijadikan koleksi emas.

Maliq & d`Essentials – The Groove

Jika biasanya hanya kolaborasi lintas musisi berbeda jalur yang membuat pendengar tertarik, maka kolaborasi yang satu ini seakan berhasil mematahkan stigma ini. Bagaimanapun, kolaborasi adalah tentang menyatukan 2 grup dalam sebuah karya terbaik. Maliq & d`Essentials dan The Groove bisa dikatakan sebagai dua grup yang masih seangkatan bahkan dengan musik yang juga identik satu sama lain. Nyatanya, kolaborasi yang diberi nama D’Essentials of Groove akan membuat telinga Anda terbuka melalui single “Coba Katakan Dengan Cinta”. Musik yang diperdengarkan dalam kolaborasi ini terkesan urban, ramai dan meriah.

Marion Jola – Rayi Putra

Marion Jola memang tereliminasi pada babak 6 besar Indonesian Idol. Namun langkahnya yang terhenti itu tak lantas menghentikannya untuk sukses pasca kompetisi. Ya, bersama Rayi Putra, personel RAN, ia membuat single berjudul “Jangan” kemudian membuat Marion berhasil mendapatkan gelar sebagai salah satu pendatang baru dengan predikat terbaik.

Afgan – Isyana – Rendy Pandugo

Bagaimana jadinya saat 3 penyanyi solo yang memiliki karakter berbeda disatukan? Trio AIR yang terdiri dari Afgan, Isyana dan Rendy Pandugo menjawab rasa penasaran akan kolaborasi diantara mereka. Ya, proyek ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang paling mengejutkan meskipun hanya berawal dari iseng. Mereka merilis lagu “Heaven” sebagai pembuka, kemudian disusul dengan “Feel So Right” yang kemudian membuka peluang untuk membuat mini album.

Kurosuke – Kittendust

Dunia indie juga tetap eksist menujukkan denyutnya melalui kolaborasi unik Kurosuke dengan Fathia Izzati, seorang Youtuber yang juga vokalis Reality Club. Lagu berjudul “Velvet” mendapat sambutan positif yang menghadirkan alunan electro pop dengan nuansa vintage sebagai topping dan kaya akan synth dan beat. Wajar saja, lagu Velvet ini memang terasa manis mengalir santai dan mudah dinikmati.  

The Overtunes – Monita

Nama The Overtunes memang sudah sering terlibat kolaborasi sebelumnya, sebut saja dengan Fatin Shidqia ataupun GAC. Terbaru grup trio ini berhasil ikut menyuarakan Monita Tahalea dalam single  “Bicara” mereka. Kolaborasi ini mungkin terkesan lebih ramah karena karakter musik Monita yang juga cukup identik dengan The Overtunes. 

Sheryl – Vidi – Jevin Julian

Sheryl Sheinafia lagi-lagi memeriahkan permusikan duniawi melalui kolaborasinya yang selalu menarik untuk disimak. Sukses dengan proyek Sweet Talk, ia kembali hadir dengan menggandeng Vidi Aldiano dan Jevin Julian untuk membawakan “I Don’t Mind”, sebuah lagu yang disasarkan unutk polemik bullying.

Sore – Vira Talisa

Sore mengajak penyanyi Vita Talisa untuk membawakan lagu “Rubber Song” yang fresh dan colorful. Grup ini tercatat cukup banyak melibatkan kolaborator dalam album terbarunya. Namun kolaborasinya bersama Vira disebut menjadi salah satu yang diandalkan.

Itulah beberapa kolaborasi musisi Indonesia yang menarik untuk disimak. Kolaborasi sendiri memang selalu terjadi tiap generasi, dan kini kolaborasi lintas musisi pun menjadi semakin intens sambil tetap memperlihatkan kualitasnya. Berikut rekomendasi situs aktif yang meliput semua aktifitas para musisi tanah air yaitu saranapoker, dengan berbagai macam informasi menarik yang bisa anda ikuti dengan mudah.

10 Orchestra Kolaborasi dengan Band Terbaik yang Wajib Didengarkan

Anda mungkin sudah banyak pengetahuan mengenai apa saja judul lagu dari banyak musisi band yang tidak hanya ada di Indonesia, tapi juga di dunia. Tapi tahukah Anda dengan berbagai lagu band yang mana merupakan hasil orchestra kolaborasi? Nah, jika Anda tidak tahu, maka tidak ada salahnya Anda membaca ulasan di bawah ini yang mana akan merangkum beberapa karya lagu kolaborasi band dan orkestra yang wajib didengarkan.

Perbedaan Antara Band dengan Orchestra

10 Orchestra Kolaborasi dengan Band Terbaik yang Wajib Didengarkan

Ada berbagai macam bentuk sajian musik yang ada di blantika musik dunia yang mana masing-masing-masingnya memiliki kelebihan tersendiri. Inilah mengapa, tidak mengherankan jika ada banyak musisi masing-masing genre yang mencoba menggabungkan sajian musik mereka dalam karya kolaborasi menarik. Salah satu kolaborasi dua sajian musik adalah band dan orchestra kolaborasi. Ingin tahu apa beda keduanya?

  • Pengertian Sajian Musik Band dan Orkestra

Apabila band merujuk pada sekelompok musisi dan vokalis yang tampil bersama, maka orkestra merujuk pada ansambel dari instrumental-instrumental besar khas musik klasik, termasuk harpa. Perbedaan kedua sajian musik ini tentu sangat jelas, yakni band yang bisa memainkan banyak genre sedangkan orkestra yang mengkhususkan diri pada aliran musik klasik saja.

  • Jumlah Pemain dalam Sajian Musik Band dan Orkestra

Jika menilik pada jumlahnya, maka orkestra memiliki jumlah pemain yang mana bisa lebih dari 100-an musisi, sedangkan band hanya terbatas pada 3 – 6 orang saja tergantung alat yang digunakan. Bahkan dari sebuah orkestra mini sekali pun, biasanya orang yang tergabung ada lebih dari 40-an musisi atau yang dikenal juga dengan sebutan orkestra kamar.

  • Pimpinan Band dan Orkestra

Dalam sebuah band, mereka biasanya bermain dalam satu harmonisasi dengan beberapa orang memegang alat musik dan seorang lagi ada di vokal. Tugas band adalah mengiringi vokal tersebut. Berbeda dengan orkestra, sajian musik mereka diharmonisasi mengikuti petunjuk / arahan dari sang konduktor melalui gerak tangannya.

  • Jenis Alat Musik yang Dipakai Band dan Orkestra

Terakhir, perbedaan yang sangat mendasar antara band dan orkestra adalah pada jenis alat musik yang digunakan. Seperti yang pernah diutarakan di atas, band memainkan semua genre musik sehingga alat-alat musiknya pun tidak terbatas pada satu jenis saja. Sementara itu untuk orkestra, alat musiknya merupakan alat musik khusus pagelaran orkestra, sebut saja violin, grand piano, harpa, hingga macam-macam lainnya.

Macam Orchestra Kolaborasi dengan Band yang Wajib Didengarkan

Sesudah membahas tentang perbedaan antara band dan juga orkestra, kini saatnya kita membahas mengenai apa saja karya kolaborasi terbaik diantara keduanya yang wajib untuk Anda dengarkan. Adapun beberapa kolaborasi tersebut ada yang datang dari musisi luar negeri dan ada juga yang datang dari musisi dalam negeri. Penasaran? Langsung saja simak siapa saja band dan orkestra tersebut, yakni :

  • Beach Boys featuring Royal Philharmonic Orchestra

Pertama, band dan orchestra kolaborasi yang wajib untuk Anda dengarkan adalah Beach Boys ft Royal Philharmonic Orchestra. Beach Boys merupakan band rock legendaris asal Amerika sedangkan Royal Philharmonic Orchestra merupakan orkestra asal Inggris. Kolaborasi pertama band yang berjaya di tahun 60’s ini direkam di Abbey Road Studios London dan menjadi album pertama juga bagi band ini yang dibuat dalam nuansa klasik.

Lagu-lagu aransemen dari Beach Boys yang dikolaborasikan dengan Royal Philharmonic Orchestra adalah Good Vibrations, Fun Fun Fun, hingga California Girls. Ketiga lagu tersebut masuk dalam album berjudul ‘The Beach Boys with the Royal Philharmonic Orchestra” yang mana menurut band ini sendiri adalah hadiah terindah dari surga.

  • Samsons featuring Budapest Scoring Symphony Orchestra

Kedua, kolaborasi band dan orchestra yang wajib untuk Anda dengarkan adalah Samsons featuring Budapest Scoring Symphony Orchestra. Samsons merupakan band genre pop asal Indonesia sedangkan Budapest Scoring Symphony Orchestra merupakan orkestra asal Hongaria. Kolaborasi pertama band Samsons dengan orkestra luar negeri ini dalam garapan single terbaru tentu saja mendapat apresiasi tinggi dari blantika musik Indonesia.

Adapun judul lagu yang Samsons garap bersama Budapest Scoring Symphony Orchestra adalah ‘Cinta Mati’. Total, ada 55 pemain terbaik dari orkestra terkenal tersebut yang Samsons gaet. Rilis pada tahun 2018, lagu yang akan masuk dalam album kelima Samsons ini bergenre pop rock dengan iringan orkestra uang mana proses editing dan syutingnya sendiri ada di Jakarta, Indonesia.

  • Erwin Gutawa featurin Austria Syncrhon Stage Symphonic Orchestra

Terakhir, band dan orchestra kolaborasi yang wajib untuk Anda dengarkan adalah Erwin Gutawa featuring Austria Syncrhon Stage Symphonic Orchestra. Erwin Gutawa merupakan musisi dan juga komposer musik terkenal asal Indonesia sedangkan Syncrhon Stage Symphonic Orchestra merupakan orkestra asal Austria. Kolaborasi Erwin Gutawa dengan orkestra pimpinan Johannes Vogel ini boleh dibilang sangat menarik.

Pasalnya, disini Erwin tidak hanya merekam iringan instrumental saja, namun juga merekam banyak lagu-lagu ciptaannya bersama Harry Kiss, mitra musiknya. Sebut saja Seputih Kasih, Menggapai Bahagia, hingga Camar dan Mega. Bahkan, lagu-lagu seperti Menghitung Hari karya Melly Goeslaw dan Pelangi di Matamu karya Jamrud juga direkam disana.

Demikian ulasan mengenai lagu band hasil orchestra kolaborasi yang wajib didengarkan. Semoga bermanfaat.

5 Games yang Memiliki Orchestra Music Games Terbaik Wajib Dengar

Video games sejak pertama perilisannya sampai sekarang tidak pernah padam peminat. Hal ini memang wajar mengingat banyak developer yang menggarap game-game besutan mereka dengan paket komplit. Mulai dari storyline layaknya film, efek animasi dan teknologi terbaru, hingga bahkan soundtrack. Bicara mengenai soundtrack, kebanyakan games pasti menggunakan orchestra music games. Yuk, simak mana saja yang wajib Anda dengar.

Sejarah Perkembangan Orchestra Hingga Sering Mengisi Soundtrack Games

5 Games yang Memiliki Orchestra Music Games Terbaik Wajib Dengar

Berbicara mengenai orchestra, tidak afdol rasanya jika tidak membahas mengenai apa sih pengertian dari orchestra itu sendiri. Menurut ulasan dari Wikipedia, orchestra merupakan ansambel dari banyak gabungan keluarga instrumental yang besar, mulai dari instrumental dawai, alat musik tiup, hingga piano. Biasanya, orchestra identik dengan memainkan musik genre klasik dengan jumlah musisi yang banyak dan bervariasi di dalam grupnya.

Kemajuan orchestra di dalam industri musik diawali sebagai pengiring di ruang-ruang dansa pada abad ke-17 hingga menjadi pagelaran tersendiri pada abad 21 ini. Salah satu bukti bahwa di zaman sekarang ini orchestra telah mendapat ruang tersendiri di hati para penikmat industri musik adalah digunakannya orchestra music games.

Sampai sekarang ini, ada banyak sekali berbagai macam soundtrack video games yang berlatar musik orchestra. Mulai dari games yang bisa diunduh secara gratis, game-game spesial yang hanya bisa dibeli dengan bundle packaging, hingga game yang Anda hanya bisa memainkannya dengan mengikuti Pre-Order, semua kebanyakan menggunakan musik orchestra. Lalu, adakah alasan mendasar mengapa orchestra kerap dipakai?

Rupanya, alasan utama mengapa orchestra kerap dipilih menjadi latar dalam mengisi soundtrack games adalah karena musik orchestra memang terkesan lebih megah untuk didengarkan. Hal ini akan sebanding dengan berbagai scene pertempuran dan emosional yang kerap kali ditunjukkan di dalam permainan video game. Tentunya, Anda tidak akan bisa membayangkan pertempuran epic di Final Fantasy misalnya, tanpa musik orchestra, bukan?

Macam-Macam Games yang Memiliki Orchestra Music Games Terbaik

Setelah membahas mengenai alasan mengapa orchestra sangat disukai sebagai pengiring dalam soundtrack games, kini kita akan membahas mengenai games-games apa saja yang memiliki orchestra music games sebagai latar belakangnya. Mulai dari game yang sudah lama rilis hingga game yang baru rilis, ini dia beberapa games dengan soundtrack orchestra terbaik yang wajib Anda dengar dan gamenya wajib Anda mainkan, antara lain :

  • Celeste

Game pertama yang memiliki soundtrack berupa musik orchestra adalah Celeste. Game pertempuran yang juga berupa game indie ini merupakan sebuah game denga kualitas tinggi dan grafis ala pixel art. Semua keunggulan ini dibarengi dengan karakter yang bagus dan penggunaan soundtrack berupa orchestra apik di dalamnya. Alhasil, penonton pun kecanduan untuk memainkan bagian demi bagian dalam game Celeste.

  • Final Fantasy VI

Game kedua yang memiliki soundtrack berupa musik orchestra adalah Final Fantasy VI. Tentunya, siapa yang tidak tahu dengan game yang menjadi sekuel dari banyak series Final Fantasy ini? berjenis game RPG dan Open World, Final Fantasy VI memberikan pengalaman bermain game terbaik kepada para penggunanya dengan mengiringi setiap bagian pertempuran fenomenal dengan orchestra musik yang sangat indah.

  • The Elder Scroll V : Skyrim

Game ketiga yang memiliki soundtrack berupa musik orchestra adalah The Elder Scroll V : Skyrim. Game yang memiliki karakter unik dan pengemasan cerita yang menarik ini semakin terkesan mahal, megah dan epik karena soundtrack buatan Studio Hollywood yang digunakannya adalah berjenis orchestra. Inilah mengapa Skyrim lebih cepat populer dibandingkan dengan game-game lain seangkatannya.

Anda akan mendengarkan nada yang berbeda dari satu scene ke scene lainnya dan semuanya tidak membosankan. Malah, Anda akan semakin semangat bermain. Sebut saja kala Anda menghindar dari semburan naga, kala Anda menjelajah di kota, atau saat Anda hanya sekedar bersantai di Dragon Age. Semuanya akan terasa nyata, apalagi dibarengi dengan kualitas orchestra yang investasi modalnya tidak murah.

  • Castlevania : Lords of Shadow

Keempat, game yang memiliki soundtrack orchestra music games adalah Castlevania : Lords of Shadow. Saking epic garapan komposer Spanyol, Oscar Araujo, yang melibatkan 120 macam orchestra di dalam game ini, soundtrack tersebut memenangkan penghargaan International Film Music Critics Association’s Award dalam kategori Best Original Score for a Video Game or Interactive Media lho.

  • Civilization V

Terakhir, game yang memiliki soundtrack berupa musik orchestra adalah Civilization V. Orchestra di dalam game ini dibuat oleh Michael Curran dan Geoff Knorr dan menjadi satu ansamble yang harmonis dan mengaduk emosi para pemainnya. Alhasil, Anda tidak hanya akan terbawa suasana, tapi juga akan semakin bersemangat memainkan game yang berupa lahan pertempuran terbaik ini.

Demikian ulasan mengenai macam-macam games yang menggunakan orchestra music games untuk soundtrack mereka. Kemegahan orchestra sebagai soundtrack dibarengi dengan storyline yang menarik dan karakter serta pengisi suara yang menjiwai tentunya membuat game-game di atas wajib untuk Anda mainkan dan soundtracknya Anda dengarkan. Semoga ulasannya bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi Anda.

Mengenal Berbagai Macam Music Shimphony Klasik yang Masih Dimainkan

Seperti yang kita ketahui, ada banyak genre musik yang ada di dunia ini dan mungkin tidak semuanya Anda hafal. Salah satu genre yang hanya disukai beberapa kalangan adalah music shimphony yang mana merupakan kepingan musik karya para musikus jaman dulu. Nah, daripada penasaran, di bawah ini ada beberapa macam musik simfoni karya musikus dulu yang mana masih dimainkan sampai saat ini. Yuk, disimak.

Mengenal Apa Itu Music Shimphony

Mengenal Berbagai Macam Music Shimphony Klasik yang Masih Dimainkan

Dari berbagai literatur yang Anda mungkin pernah baca, musik memang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Jika di masa sekarang musik merupakan sebuah pertunjukan yang berdiri sendiri, maka di zaman dahulu musik termasuk irama pengiring yang mana hanya disajikan di pesta dansa, opera, dan lain sebagainya. Nah, di era yang sudah modern ini, rupanya eksistensi musik klasik seperti simfoni masih ada dan masih diminati oleh beberapa kalangan.

Adapun pengertian dari simfoni sendiri adalah karya musik yang berdurasi panjang dan biasanya dimainkan untuk orkestra. Sementara itu, music shimphony sendiri memang mengkhususkan diri pada penyajian repertoar musik-musik pada abad 18-an.

Genre musik klasik memang merupakan salah satu genre musik yang tidak pasaran alias anti-mainstream. Anda tidak akan pernah mendapati lantunan musik klasik dimainkan di radio layaknya lagu-lagu pop. Anda juga tidak akan mendapati para musisi jalanan memainkan genre klasik karena memang untuk memainkannya membutuhkan lebih dari satu jenis alat musik.

Biasanya, musik-musik klasik akan Anda dengar sebagai pengisi soundtrack pada film, video games, atau bisa juga memang ada pertunjukan sendiri di gedung opera. Di dunia, beberapa negara yang masih menjadi langganan tempat dimainkannya musik klasik adalah Australia dengan Sydney Opera House, Swedia dengan Slott-Teater, hingga Belgia dengan Teater Royal de la Monnaie.

Macam-Macam Music Shimphony yang Masih Dimainkan

Memang harus diakui, kita jarang mendengar musik klasik, tapi bukan berarti Anda tidak pernah mendengarnya. Malah, mungkin ada beberapa judul karya dari music shimphony yang pernah Anda dengar dan nadanya terasa familiar meski Anda tidak tahu apa judulnya. Nah, di bawah ini ada 5 buah rekomendasi musik simfoni yang mungkin sudah pernah Anda dengar dan namanya belum Anda hafali, antara lain :

  • Canon in D Major – Johann Pachelbel

Judul lantunan musik klasik yang pertama adalah Canon in D Major karya dari Johann Pachelbel. Karya musik ini merupakan salah satu karya yang paling banyak dimainkan di gereja di abad ke-20. Pachelbel sendiri membuat Canon in D Major pada abad ke-17 dan mengategorikannya sebagai musik Baroque.

  • Eine Kleine Nacht Musik – W.A Mozart

Judul lantunan musik klasik yang kedua adalah Eine Kleine Nacht Musik karya dari salah satu musisi klasik legendaris, W.A Mozart. Bahkan, mereka yang tidak mendalami musik klasik pun tahu nama Mozart. Begitu populernya nama ini, hingga sampai sekarang masih banyak iklan televisi yang menggunakan musik Baroque dengan judul asli ‘Serenade no 13 forstrings in G Major’ ini sebagai background music.

  • Fur Elise – L.V Beethoven

Judul musik yang berikutnya adalah Fur Elise karya dari L.V Beethoven. Sama seperti Mozart, Beethoven juga merupakan salah satu musisi yang terkenal dan namanya bahkan familiar bagi mereka yang tidak mendalami musik klasik. Memiliki judul asli ‘Bagatelle no 25 in A Minor’, keping musik klasik ini memunculkan banyak teori dimana Elise yang dimaksud adalah Theresa Mafatti, murid dari Beethoven sendiri.

  • The Blue Danube – Johann Strauss II

Judul lantunan musik klasik yang keempat adalah The Blue Danube karya dari Johann Strauss II. Karya musik dari komposer terkenal asal Austria ini sering sekali dimainkan sebagai pengiring scene dansa pada film-film bergenre historical. Di negara asal sang penggubah lagu, The Blue Danube malah dimainkan pada masa pergantian tahun pada radio-radio di Austria.

  • Toccata and Fugue in D Minor – J.S Bach

Judul lantunan musik klasik yang selanjutnya adalah Tocatta and Fugue in D Minor karya dari Johann Sebastian Bach. Lagu yang mungkin sudah dihafali para penyuka film horor karena sering menjadi background music pada adegan-adegan menyeramkan ini rupanya memang sudah sejak lama dipakai untuk genre horor. Hal ini diawali dengan karya film Dracula di tahun ‘30s yang menggunakan musik ini sebagai BGM.

  • Four Seasons : Spring – Antonio Vivaldi

Judul lantunan musik klasik yang keenam adalah Four Seasons : Spring karya dari Antonio Vivaldi. Musik era Baroque dan yang lebih dikenal dengan nama ‘Spring Concerto’ ini juga paling sering dijadikan BGM pada iklan televisi, apalagi di Indonesia.

  • Wedding March – Felix Mendelssohn

Judul lantunan musik klasik yang terakhir adalah Wedding March karya dari Felix Mendelssohn. Jika Toccata and Fugue in D Minor identik dengan suasana horor, maka Wedding March yang pernah dimainkan di teater Shakespeare ini identik dengan suasana penuh cinta dan bahagia. Inilah mengapa, musik yang dibuat pada tahun 1842 ini kerap dimainkan sebagai musik pengiring pada pesta pernikahan hingga sekarang.

Demikian ulasan mengenai apa itu music shimphony dan macam-macam judul musik genre ini. Semoga bermanfaat.