Mengenal Berbagai Macam Music Shimphony Klasik yang Masih Dimainkan

Mengenal Berbagai Macam Music Shimphony Klasik yang Masih Dimainkan

Seperti yang kita ketahui, ada banyak genre musik yang ada di dunia ini dan mungkin tidak semuanya Anda hafal. Salah satu genre yang hanya disukai beberapa kalangan adalah music shimphony yang mana merupakan kepingan musik karya para musikus jaman dulu. Nah, daripada penasaran, di bawah ini ada beberapa macam musik simfoni karya musikus dulu yang mana masih dimainkan sampai saat ini. Yuk, disimak.

Mengenal Apa Itu Music Shimphony

Mengenal Berbagai Macam Music Shimphony Klasik yang Masih Dimainkan

Dari berbagai literatur yang Anda mungkin pernah baca, musik memang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Jika di masa sekarang musik merupakan sebuah pertunjukan yang berdiri sendiri, maka di zaman dahulu musik termasuk irama pengiring yang mana hanya disajikan di pesta dansa, opera, dan lain sebagainya. Nah, di era yang sudah modern ini, rupanya eksistensi musik klasik seperti simfoni masih ada dan masih diminati oleh beberapa kalangan.

Adapun pengertian dari simfoni sendiri adalah karya musik yang berdurasi panjang dan biasanya dimainkan untuk orkestra. Sementara itu, music shimphony sendiri memang mengkhususkan diri pada penyajian repertoar musik-musik pada abad 18-an.

Genre musik klasik memang merupakan salah satu genre musik yang tidak pasaran alias anti-mainstream. Anda tidak akan pernah mendapati lantunan musik klasik dimainkan di radio layaknya lagu-lagu pop. Anda juga tidak akan mendapati para musisi jalanan memainkan genre klasik karena memang untuk memainkannya membutuhkan lebih dari satu jenis alat musik.

Biasanya, musik-musik klasik akan Anda dengar sebagai pengisi soundtrack pada film, video games, atau bisa juga memang ada pertunjukan sendiri di gedung opera. Di dunia, beberapa negara yang masih menjadi langganan tempat dimainkannya musik klasik adalah Australia dengan Sydney Opera House, Swedia dengan Slott-Teater, hingga Belgia dengan Teater Royal de la Monnaie.

Macam-Macam Music Shimphony yang Masih Dimainkan

Memang harus diakui, kita jarang mendengar musik klasik, tapi bukan berarti Anda tidak pernah mendengarnya. Malah, mungkin ada beberapa judul karya dari music shimphony yang pernah Anda dengar dan nadanya terasa familiar meski Anda tidak tahu apa judulnya. Nah, di bawah ini ada 5 buah rekomendasi musik simfoni yang mungkin sudah pernah Anda dengar dan namanya belum Anda hafali, antara lain :

  • Canon in D Major – Johann Pachelbel

Judul lantunan musik klasik yang pertama adalah Canon in D Major karya dari Johann Pachelbel. Karya musik ini merupakan salah satu karya yang paling banyak dimainkan di gereja di abad ke-20. Pachelbel sendiri membuat Canon in D Major pada abad ke-17 dan mengategorikannya sebagai musik Baroque.

  • Eine Kleine Nacht Musik – W.A Mozart

Judul lantunan musik klasik yang kedua adalah Eine Kleine Nacht Musik karya dari salah satu musisi klasik legendaris, W.A Mozart. Bahkan, mereka yang tidak mendalami musik klasik pun tahu nama Mozart. Begitu populernya nama ini, hingga sampai sekarang masih banyak iklan televisi yang menggunakan musik Baroque dengan judul asli ‘Serenade no 13 forstrings in G Major’ ini sebagai background music.

  • Fur Elise – L.V Beethoven

Judul musik yang berikutnya adalah Fur Elise karya dari L.V Beethoven. Sama seperti Mozart, Beethoven juga merupakan salah satu musisi yang terkenal dan namanya bahkan familiar bagi mereka yang tidak mendalami musik klasik. Memiliki judul asli ‘Bagatelle no 25 in A Minor’, keping musik klasik ini memunculkan banyak teori dimana Elise yang dimaksud adalah Theresa Mafatti, murid dari Beethoven sendiri.

  • The Blue Danube – Johann Strauss II

Judul lantunan musik klasik yang keempat adalah The Blue Danube karya dari Johann Strauss II. Karya musik dari komposer terkenal asal Austria ini sering sekali dimainkan sebagai pengiring scene dansa pada film-film bergenre historical. Di negara asal sang penggubah lagu, The Blue Danube malah dimainkan pada masa pergantian tahun pada radio-radio di Austria.

  • Toccata and Fugue in D Minor – J.S Bach

Judul lantunan musik klasik yang selanjutnya adalah Tocatta and Fugue in D Minor karya dari Johann Sebastian Bach. Lagu yang mungkin sudah dihafali para penyuka film horor karena sering menjadi background music pada adegan-adegan menyeramkan ini rupanya memang sudah sejak lama dipakai untuk genre horor. Hal ini diawali dengan karya film Dracula di tahun ‘30s yang menggunakan musik ini sebagai BGM.

  • Four Seasons : Spring – Antonio Vivaldi

Judul lantunan musik klasik yang keenam adalah Four Seasons : Spring karya dari Antonio Vivaldi. Musik era Baroque dan yang lebih dikenal dengan nama ‘Spring Concerto’ ini juga paling sering dijadikan BGM pada iklan televisi, apalagi di Indonesia.

  • Wedding March – Felix Mendelssohn

Judul lantunan musik klasik yang terakhir adalah Wedding March karya dari Felix Mendelssohn. Jika Toccata and Fugue in D Minor identik dengan suasana horor, maka Wedding March yang pernah dimainkan di teater Shakespeare ini identik dengan suasana penuh cinta dan bahagia. Inilah mengapa, musik yang dibuat pada tahun 1842 ini kerap dimainkan sebagai musik pengiring pada pesta pernikahan hingga sekarang.

Demikian ulasan mengenai apa itu music shimphony dan macam-macam judul musik genre ini. Semoga bermanfaat.